Selasa, 13 Desember 2011

materi- materi kuliah belajar dan pembelajaran


HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Kecerdasan yang di miliki oleh peserta didik sebagai berikut:
A.      Kecerdasan Ganda
Adalah kemampuan, keunikan, kelebihan yang dianugerahkan allah s.w.t. kepada umatnya. Kecerdasan ganda bisa dimiliki secara alamiah maupun dalam proses belajar mengajar.
Seorang guru wajib mengetahui kecerdasan apa yang dimiliki oleh peserta didiknya, disebabkan karena peserta didik hanyalah manusia  biasa yang ingin di mengerti.
Kecerdasan ganda terdiri dari:
1.       Kecerdasan linguistic verbal, seperti ahli pidato dan berbicara, begitu juga sastrawan.
Kecerdasan lingustik verbal adalah seorang yang mampu menggerakkan otot kanannya. Contoh: orang yang aktif bertanya dan menjawab.
2.       Kecerdasan logika matematika
Memiliki ciri-ciri seperti, pendiam, penampilannya agak culun, suka menantang, acuh tak acuh, suka menyendiri.
3.       Kecerdasan kinestetika ( gerak)
Seperti, penari. Ciri-cirinya jarinya agak lentik dan orangnya agak manja.
4.       Kecerdasan musical
Seperti, penyanyi , musisi.  cirri-cirinya suka menyendiri.
5.       Kecerdasan visual
Seperti, pelukis, cirri-cirinya: tajam matanya.

Ciri-ciri belajar:
1.       Secara sadar
2.       Berkesinambungan
3.       Berfungsi/ bermakna
4.       Positif
5.       Aktif
6.       Tahan lama
7.       Terarah
8.       Keseluruhan.




 KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS


A.      HAKEKAT PENGELOLAAN KELAS.
Pengelolaan kelas berdasarkan pendekatannya diklasifikasikan ke dalam 3 pengertian, yaitu:
v  Pendekatan otoriter (autorityapproach) adalah: kegiatan pendidik untuk mengontrol tingkah laku siswa, pendidik berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat.
v  Pendekatan permisif ( permissive approach)adalah: upaya yang dilakukan oleh pendidik untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan, dan fungsi pendidik adalah bagaimana menciptakan kondisi siswa merasa aman untuk melakukan aktivitas di dalam kelas.
v  Pendekatan modifikasi tingkah laku adalah: pendekatan yang didasarkan pada pengelolaan kelas merupakan proses perubahan tingkah laku, jadi pengelolaan kelas merupakan upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki  perilaku negative yang dilakukan oleh siswa.

B.      KOMPONEN-KOMPONEN  PENGELOLAAN KELAS.
Untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran, maka unsure-unsur pengelolaan meliputi 2 tindakan, yaitu:
1.       Model tindakan
a)      Preventif, yaitu upaya sedini mungkin yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran.
Seperti:
1)      Tangkap/ peka, yaitu kemampuan pendidik merespon terhadap perilaku atau aktivitas yang dianggap akan menganggu pembelajaran.
2)      Perhatian, selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas, lingkungan maupun segala sesuatu yang muncul.
b)      Refresif, kemampuan guru untuk mengatasi, mencari dan menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran.
c)       Modifikasi tingkah laku, adalah bahwa tingkah laku dapat diamati, pada pengelolaan kelompok , yaitu: untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi dan mengikut srtakan berbagai komponen atau unsure yang terkait, diagnosis, yaitu suatuketerampilan untuk mencari  unsure-unsur yang akan jadi penyebab gangguan maupun unsure-usur yang akan menjadi kekuatan bagi peningkatan proses pembelajaran.





2.       PERAN GURU
Peran guru dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut:
a.       Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
b.      Membangun pemahaman siswa agar mengerti dan menyesuaikan tingkah lakunya dengan tata tertib kelas.
c.       Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri daalam tugas serta tingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelas.

HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI DARI PENGELOLAAN KELAS
A.      Campur tangan yang berlebihan
B.      Kesenyapan
C.      Ketidak tepatan
D.      Penyimpangan
E.       Bertele-tele



PENDEKATAN PEMBELAJARAN
               
Pendekatan pembelajaran diartikan sebagai kemampuan, kemahiran, dan keterampilan pendidik mengorganisasi peserta didik( pd) agar belajar. Dapat juga diatrikan sebagai keterampilan pendidik mengolah pesan (bahan ajar) yang diperoleh dari berbagai sumber seprti buku teks, kehidupan, pengalaman, internet dan lain-lain.
Pendekatan pembelajaran diartikan juga sebagai  titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya sesuatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cangkupan teoritis tertentu
Terdapat 2 jenis pendekatan pembelajaran yaitu:
1.       Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
2.       Pendekatan pembelajaran yang  berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach)
Menurut Newman dan Logan, mengemukakan 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu:
1.       Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kulifikasi hasil (out put) dan sasaran ( target) yang harus di capai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2.       Mempertimbangkan dan memilihh jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3.       Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah ( steps) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4.       Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur ( criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Pembelajaran secara individual bertujuan: memberikan kesempatan dan kelelasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri, mengembangkan kemampuan, bakat, minat, tiap individu peserta didik secara optimal.




Kedudukan pserta didik dalam pengajarab secara individual adalah bersifat sentral sebab:
1.       Keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri
2.       Keleluasaan mengontrol kegiatan, kecepatan, dan intensitas belajar.
3.       Peserta didik bertanggung jawab atas perlakuannya
4.       Peserta didik menilai sendiri atas hasil belajar
5.       Pesrta didik bisa mengetahui kemampuan diri
6.       Peserta didik berkesempatan menyusun program belajar sendiri
Dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi, E Mulyasa (2003) mengetengahkan 5 model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi yaitu:
1.       Pembelajaran kontekstual ( contextual teaching learning) atu disingkat dengan CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pem belajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menggabungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari
2.       Pembelajaran bermain peran ( role playing) adalah salah satu model pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah  yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship) terutama yang menyangkut kehidupwn pesertw didik.
3.       Pembelajarn partisipatif( participative teaching and learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
4.       Belajar tuntas ( mastery learning)  belajar tuntas berasumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua peserta didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari
5.       Pembelajaran dengan modul ( modular instruction) modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai satuan bahasan tertentu yang disusun secara sisematis, operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk para guru
6.       Pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu( benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar